BERITA

Mahasiswa HI AMIKOM Yogyakarta Diskusi Peran PBB dalam Konflik Suriah


01 Nov 2017

Diskusi Dua Mingguan

Forum Diskusi Dua Mingguan merupakan salah satu agenda rutin Korps Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas AMIKOM Yogyakarta (KOMAHI) AMIKOM. Diskusi ini merupakan salah satu wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi akademiknya. Diskusi tersebut dilaksanakan setiap dua minggu sekali yakni minggu kedua dan keempat setiap bulannya dengan tema yang berbeda-beda. Adapun pemantik diskusi terdiri dari mahasiswa maupun dosen dengan membawa bahan resume 1-2 halaman untuk dibagikan ke peserta diskusi.

Tema diskusi kali ini adalah Peran PBB dalam Konflik Suriah

Konflik Suriah berawal dari gelombang Demokrasi pada Maret 2011, yang terilhami oleh gerakan  kebangkitan Arab (Arab Spring) yang pro Demokrasi dikawasan itu. Bentrokan antara demonstran dan pasukan pemerintah seketika berubah menjadi bentrokan bersenjata dan termasuk penggunaan senjata kimia. Pemberontak menuduh pemerintah suriah yang dibantu sekutunya, Russia dan Iran, justru membantu ISIS menggempur kubu pemberontak di Aleppo. Pemberontak berperang guna mencegah pasukan pemerintah mengepung daerah yang sudah dikuasai pemberontak. ISIS yang mengambil kesempatan dalam konflik ini pun langsung melancarkan serangan pada pemberontak dan pasukan pemerintah dengan bantuan tidak langsung dari kelompok pemberontak pimpinan Jabhat al-Nasra, afiliasi dari Al-Qaeda.

Pihak Amerika awalnya hanya memasok bantuan pangan dan perlengkapan ,sebelum akhirnya memberikan pelatihan, uang, dan informasi intelejan pada pemberontak suriah. Amerika, Bahrain, Qatar, Jordania, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menjadikan ISIS sebagai target, namun kemudian Amerika ikut terseret konflik melawan Russia.

Efek dari perang saudara di Suriah yang berlangsung selama 7 tahun ini telah menewaskan ratusan ribu orang akibat serangan rudal jelajah Russia dan Amerika, dan meningkatnya jumlah pengungsi.

Penulis lantas mempertanyakan sikap PBB dalam menangani Konflik Suriah ini. Konflik Suriah adalah bukti nyata apabila ada 2 negara yang mempunyai hak veto lalu mengintervensi sebuah negara yang sama namun berseberangan kepentingan, maka  konflik berskala besarlah yang terjadi.

Berbagai protes dan kecaman masyarakat dunia ditujukan untuk konflik ini. PBB sendiri sebagai sebuah organisasi yang menjadi pemelihara perdamaian seharusnya mampu menengahi konflik yang telah menelan ratusan ribu korban ini, yang selanjutnya harus mampu meredam kepentingan dari 2 negara superpower tersebut. Berbagai jalan telah ditempuh PBB bahkan sampai mempertemukan wakil dari kedua belah pihak namun tetap tak membuahkan hasil.

Yang ditakutkan bahwa apabila PBB tidak dapat menghentikan konflik ini maka suatu saat perang ini akan meluas dan berubah menjadi perang skala global atau bahkan perang dunia ketiga pun bisa terjadi.

Apakah perang di Suriah saat ini merupakan salah satu episode baru dari perang dingin ?

  1. Dimanakah peran PBB saat 2 negara yang memiliki hak veto berseteru (memihak ke pihak berbeda) ?
  2. Apakah PBB tidak memiliki kuasa memberikan sanksi terhadap penggunaan senjata kimia pemusnah masal di Suriah ?
  3. Apakah Suriah hanya menjadi medan perang dan percobaan senjata antara Rusia vs Amerika ?

Catatan kejadian serupa : Perang Korea (1950-1953) Perang Vietnam (1955-1975) Krisis Rudal Kuba (1962)