KOMAHI AMIKOM Gelar Seminar bertemakan Gen Z dan Social Movement

KOMAHI AMIKOM Gelar Seminar bertemakan Gen Z dan Social Movement

Sleman - Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (KOMAHI) Universitas Amikom Yogyakarta mengadakan kegiatan seminar bertema “Z Generation as an Agent of Change” sebagai bagian dari rangkaian agenda AMIKOM International Relations Festival (AIR Fest) 2022 pada Senin, 26 Desember 2022. Seminar ini sendiri diadakan di Gedung Citra II Universitas Amikom Yogyakarta dengan mengundang dua narasumber.

Narasumber pertama adalah Yoga Suharman, S.IP., MA, dosen Program Studi S1-Hubungan Internasional Universitas AMIKOM Yogyakarta dan narasumber kedua adalah Ahmad Syaifuddin, yang merupakan co-founder dan direktur Perkumpulan Harapan Fian, sebuah organisasi non-profit berbasis di Kota Yogyakarta yang berfokus pada pemberdayaan komunitas jalanan. Diskusi ini dipandu oleh Wakil Ketua KOMAHI, Iman Amirullah dan dihadiri oleh 65 peserta yang merupakan mahasiswa dari berbagai prodi dan fakultas di Universitas AMIKOM Yogyakarta.

Acara ini dibuka oleh pembina KOMAHI Universitas AMIKOM Yogyakarta, Aditya Maulana Hasymi, S.IP, M.A. Dalam sambutannya beliau memaparkan bahwa saat ini studi hubungan internasional telah berkembang sedemikian rupa sehingga memunculkan berbagai aktor dalam hubungan internasional, salah satunya gerakan sosial. Dimana pemahaman mengenai pentingnya peranan gerakan sosial perlu untuk diperdalam.

Sesi berikutnya dilanjutkan dengan penyajian materi pertama oleh Yoga Suharman, S.IP, M.A. Dalam pemaparannya beliau membuka diskusi dengan mempresentasikan materi berjudul “How Social Movements Could Make an Impact on Society?”. Presentasi ini membedah mengenai bagaimana kalangan muda khususnya gen Z dapat berperan dalam perubahan dunia. Beliau juga memaparkan hasil survey singkat yang beliau lakukan terhadap yang menemukan temuan bahwa mayoritas dari mereka yang disurvey memiliki tingkat kepedulian yang cukup tinggi terhadap isu-isu sosial bahkan pernah terlibat dalam berbagai gerakan dan komunitas sosial. "Ini setidaknya dapat dijadikan modal untuk Gen Z lebih banyak mengambil peran-peran secara lebih partisipatif", ungkap beliau.

Sesi pemaparan materi dilanjutkan oleh Ahmad Syaifuddin dengan membawa materi berjudul “How to Develop Sustainable Community?”. Beliau berbagi pengalamannya dalam membangun komunitas Perkumpulan Harapan Fian sejak 2018 karena melihat berbagai kekerasan terhadap komunitas jalanan sehingga perlu melakukan langkah-langkah yang lebih terukur dalam memberdayakan komunitas. Beliau juga memaparkan mengenai pentingnya visi yang terukur dalam membangun organisasi atau komunitas dan menentukan langkah-langkah untuk mencapai visi tersebut, termasuk bagaimana pendekatan yang baik dalam berdinamika di komunitas.

Sesi ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung sebanyak dua putaran atau sekitar 10 pertanyaan total untuk kedua narasumber. Diharapkan kegiatan seminar ini dapat membantu mahasiswa untuk dapat memahami pentingnya gerakan dan komunitas sosial untuk selanjutnya dapat terlibat di dalamnya. (Iman Amirullah)

Lampiran Gambar